Gandeng Rich Brian hingga NIKI, Perayaan Ulang Tahun Ke-40 G-Shock “Shock The World” di Bali Berlangsung Meriah

G-Shock Shock The World

Perusahaan inovatif dalam teknologi jam tangan, Casio, merayakan lagi tahun ke-40 G-Shock bertajuk “Shock The World” di Potato Head, Seminyak, Bali, Sabtu (2/12/2023). G-Shock merupakan jam tangan yang terkenal karena ketangguhan dan ketahanannya pada guncangan. Oleh karena itu, jam ini jadi andalan bagi pegiat kesibukan luar area (outdoor).

G-Shock terus mengatur desainnya bersama dengan tren fesyen terkini. Oleh karena itu, jam ini pun diakui trendi untuk digunakan pada berbagai kesempatan. Tak heran, G-Shock jadi terkenal di semua dunia, termasuk Indonesia.

Pada wawancara eksklusif bersama dengan sebelum akan acara puncak perayaan dihelat, Managing Executive Officer sekaligus Senior General Manager Casio Itoh Shigenori menceritakan alasan pihaknya pilih Bali sebagai wilayah acara.

“Kami mengakibatkan tamu dari sembilan negara di Asia Tenggara, termasuk para partner, media, dan influencer. Bali merupakan tempat yang terkenal dan disukai banyak orang. Kami mengidamkan semua tamu undangan ikut mulai suka (dengan perayaan ini),” ujar Itoh yang hari itu tampil bersama dengan outfit kasual.

Lewat tema “Built Different”, kata Itoh, G-Shock mengidamkan menegaskan bahwa mereka tidak berhenti berevolusi hingga empat dekade lamanya. Itoh menyadari, empat puluh tahun bukan pas yang sebentar. Untuk terus berkarya, G-Shock tak henti mendengarkan masukan dan permohonan pembeli supaya sanggup mengolah jam tangan cocok kebutuhan bersama dengan senantiasa berpatok pada desain asli G-Shock.

“Kami mengelaborasikan masukan pembeli dan ‘konsep awal’ yang dibuat ‘The Father of G-Shock’ Kikuo Ibe, yang jadi pegangan kami. Hasilnya sanggup berupa pengembangan pada segi teknologi, seperti teknologi solar dan pencahayaan, segi warna, atau segi material.

G-Shock GCW-B5000UN, misalnya. Dengan senantiasa mempertahankan desain serupa G-Shock edisi pertama, jam tangan ini datang bersama dengan material karbon. Bahkan, jam ini merupakan jam tangan full carbon pertama di dunia.

Baca juga:

Beberapa Klarifikasi Irish Bella Usai Ammar Zoni Narkoba Lagi

Reaksi Irish Bella Saat Tahu Ammar Zoni Ditangkap Polisi Lagi

Karena berbahan karbon, jam tangan berikut lebih kuat dan ringan. Adapun G-Shock GCW-B5000UN cuma mempunyai berat 65 gram atau sekitar 61 % lebih ringan ketimbang product berbahan logam (full metal).

Kolaborasi bersama dengan Rich Brian dan 88rising

Pada peluang itu, Itoh termasuk bersama dengan bangga memperkenalkan G-Shock GA-2100. Sejak memasuki ruangan, jam tangan berwarna hijau seafoam itu sebenarnya paling mengambil perhatian tim.

“Nah, jika ini seri paling baru yang ditunggu-tunggu orang dan baru dapat dipasarkan di Asia. Koleksi ini berkolaborasi bersama dengan Rich Brian,” ucap pria yang sudah berkarier selama lebih dari 30 tahun di Casio itu.

Sebagai informasi, Rich Brian merupakan rapper asal Indonesia yang berkarier di Amerika Serikat (AS) di bawah naungan label 88rising. Ia mencetak sejarah sebagai artis Asia pertama yang duduki posisi pertama di iTunes untuk musik hiphop.

“Produk ini dibuat berdasarkan masukan dari Rich Brian, termasuk desainnya. Warnanya ia pilih sendiri dan modelnya termasuk merupakan kesukaan dia,” kata Itoh.

Itoh menceritakan, warna dasar hijau seafoam terinspirasi dari warna gitar yang dimiliki Rich Brian pas tetap muda. Warna ini dipadukan bersama dengan akses pink salmon. Kemudian, pada bagian belakang jam terukir nama “Rich Brian”.

Adapun G-Shock GA-2100 datang bersama dengan tipe analog-digital yang ramping dan ringkas bersama dengan casing yang diperkuat serat karbon. Jam ini berukuran 48,5 x 45,4 x 11,8 mm dan berat 51 gram.

Menurut Itoh, jam itu mempunyai spesifikasi tahan guncangan seperti semua product dari brand tersebut.

Jam bersama dengan ketahanan air hingga 200 meter itu termasuk disempurnakan stopwatch, alarm, kalender otomatis hingga 2099, lampu LED ganda, 31 zona pas dunia, dan baterai yang bertahan hingga tiga tahun.

Tak cuma Rich Brian, G-Shock termasuk menggandeng sejumlah artis 88rising lain pada perayaan lagi tahun ini.

Salah satunya adalah NIKI yang tampil pada tempat Beach Club Potato Head. Berbalut dress hitam, kehadiran NIKI membawa dampak perayaan lagi tahun ke-40 G-Shock makin meriah.

“Apa kabar semua? Senang sekali sanggup ikut merayakan lagi tahun ke-40 G-Shock,” sapa NIKI.

Sekitar delapan lagu dibawakan NIKI, termasuk hit “Lowkey”, “High School in Jakarta”, dan “Every Summertime”. Penampilan NIKI membawa dampak perayaan lagi tahun ke-40 G-Shock jadi tak terlupakan bagi tamu undangan yang datang dari berbagai negara tersebut.

Pop-Up Tour Asia Tenggara

Kolaborasi G-Shock dan 88rising termasuk ikut melibatkan artis lain. Mulai dari Dumbfoundead, Spence Lee, Stephanie Poetri, Atarashi Gakko, hingga Warren Hue didapuk jadi brand ambassador sejumlah seri jam tangan G-Shock edisi privat lagi tahun.

Kolaborasi berikut dikerjakan bukan tanpa alasan. G-Shock menilai bahwa 88rising sanggup merepresentasikan visi jenama jam tangan asal Jepang ini untuk sanggup terus go world mewakili Asia.

“Seperti 88rising, G-Shock termasuk lahir dari budaya hiphop dan R plus B. Kami mempunyai nilai yang sama,” ucap Itoh.

Untuk memperkenalkan jam tangan edisi privat 40 tahun itu, tempat Potato Head termasuk disulap jadi pameran area terbuka. Pengunjung sanggup melihat seri Clear Remix, Remaster Black, Recrystallized, Adventurer’s Stone, Flare Red, dan jam tangan kolaborasi G-shock x Eric Haze.

Sementara, kolaborasi bersama dengan 88rising dipertunjukkan dalam wujud pop-up. Area ini tak luput dari incaran pengunjung untuk berfoto. Pop-up serupa termasuk sudah ditampilkan dalam Pop-Up Tour Asia Tenggara bertema “Rooted in Toughness” yang digelar sejumlah negara di Asia Tenggara, yaitu Singapura, Filipina, Thailand, dan Malaysia.

Di Indonesia sendiri, pop-up berikut sukses mengambil perhatian pengunjung Mal Central Park Jakarta pada 11-22 Oktober 2023. Head of Marketing Communication PT Gilang Agung Persada—distributor resmi jam tangan Casio di Indonesia—Raizar Ammar mengatakan, potret artis 88rising yang terpampang di sana menunjukkan sinergi antara sang seniman dan representasi ketangguhan moderen yang mewujudkan esensi warisan G-shock.

“Kolaborasi itu jadi wujud evolusi G-Shock yang relevan bersama dengan cara moderen yang termasuk selaras bersama dengan fans generasi muda,” ujar Raizar seperti diberitakan, Kamis (12/10/2023).

Pada pameran tersebut, pengunjung seakan dibawa melalui perjalanan pas untuk melihat sekilas deskripsi tentang sejarah dan evolusi jam tangan tersebut, mulai dari kelahiran DW-5600C pada 1983 hingga inovasi pada GA-2100.

Artikel yang Direkomendasikan

error: Content is protected !!